Tampilkan postingan dengan label Buku Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

MAEN PUKULAN PENCAK SILAT KHAS BETAWI, G. J. Nawi

Tidak dapat dipungkiri, dilihat dari tinggalan seni dan budaya, etnis Betawi terbentuk dari hasil akulturasi beberapa etnis yang pernah mendiami daerah yang kini menjadi ibu kota Republik Indonesia ini. Melalui evolusi yang panjang, proses peleburan beberapa etnis itu terjadi, sehingga melahirkan etnis dan kebudayaan baru, terlepas dari kebudayaan induk yang mempengaruhinya. Salah satu hasil produk akulturasi dan asimilasi itu adalah unsur kebudayaan ilmu bela diri pencak silat, yang masyarakat setempat menyebutnya Maen Pukulan.

Latar belakang akulturasi dan asimiliasi membuat Maen Pukulan sebagai pencak  silat khas Betawi , yang memiliki kekayaan dan keragaman aliran-aliran, karakter gerak, bentuk jurus, bahkan senjata tradisionalnya.

Dalam perkembangannya, Maen Pukulan atau pencak silat khas Betawi, menjadi bagian terpenting dalam kehidupan bermasyarakat, menjadi identias ke-Betawi-an yang bersanding dengan kehidupan beragaman, sehingga lahir ungkapan sholat dan silat. Sholat dan silat merupakan personifikasi sederhana masyarakat Betawi dalam mengaplikasikan ajaran Islam tentang “hablum minnallah dan hablum minannas”, bagaimana menjalin hubungan antara hamba dengan Sang Penciptanya dan memelihara hubungan antar sesama dan makhluk lainnya.

Seiring perjalanan waktu yang mengubah pola kehidupan masyarakat dan gencarnya arus globalisasi, Maen Pukulan atau pencak silat khas Betawi semakin terpinggirkan. Keberadaannya tidak lagi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakatnya. Hal ini pula yang menjadi penyebab degradasi pelestarian dan pengembangan beberapa aliran Maen Pukulan satu persatu hilang ditelan zaman.

Buku yang ditulis anak Betawi ini tidak hanya menyajikan riwayat aliran-aliran Maen Pukulan Betawi yang dikumpulkan melalui tuturan lisan, tetapi juga ulasan yang dirangkum dari beberapa sumber sejarah tertulis. Demikian pula pemaparan karakter khas gerak dan ritual tradisi dari aliran-aliran Maen Pukulan yang dijumpai dan kesenian yang terkait dengan Maen Pukulan, menjadi perbendaharaan baru dan membuka wawasan kebudyaan bagi para pembaca perihal seni dan budaya Betawi.

Rp 80.000
Rp 85.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi
Penulis: G. J. Nawi
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: 2016
Halaman: xxvi + 342
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN BUDAYA, Rahayu Surtiati Hidayat

Tahukah Anda bahwa Ilmu Pengetahuan Budaya merupakan istilah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu Departemen) sebagai rumpun ilmu di samping Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial? Nama rumpun ilmu itu sekarang digunakan sebagai nama fakultas, menggantikan nama Fakultas Sastra yang sering disalahartikan sebagai kesusastraan, padahal dalam bahasa Sanskerta artinya kebudayaan.

 Mengapa ilmu pengetahuan? Karena banyak ilmu tergabung dalam rumpun itu. Pada hakikatnya, ilmu pengetahuan budaya menekuni hasil akal budi manusia dengan tujuan agar manusia menjadi lebih baik. Maka, para pakar ilmu pengetahuan budaya menggunakan berbagai hasil budi daya manusia sebagai objek penelitiannya. Maka, ancangan tekstual diterapkan dalam penelitiannya. Dalam kumpulan karangan para guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini, pembaca akan menemukan berbagai tulisan yang menunjukkan hakikat ilmu pngetahuan budaya. Kelima belas tulisan itu dikelompokkan dalam lima bagian: dari tulisan yang bersifat umum di bagian pertama hingga yang bersifat khusus bidang ilmu di bagian-bagian berikutnya: sejarah dan arkeologi, ilmu susastra, kajian budaya, dan linguistik.

Rp 140.000
Rp 155.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Hakikat Ilmu Pengetahuan Budaya
Penulis: Rahayu Surtiati Hidayat
Penerbit: Yayasan Obor Indoesia
Edisi: 2018
Halaman: x + 442
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

PANGU, FUXI, & NUWA, Andre Saptono

Buku ini mengisahkan tentang Pangu dan awal mula dunia Nuwa dan terciptanya manusia. Fuxi dan awal mula peradaban manusia. Gonggong dan Zurong, Nuwa menambal langit, Yu menaklukkan banjir besar, Yi sang pemanah matahari, Ratapan Chang-O, Legenda Chin-lin, Kisah Mioshan sang Dewi Guan Yin, Ling Er-Lang, No-cha serta sang raja kera.

Beberapa tokoh Mitologi China yang berada di buku ini, tampak tidak asing bagi kita. Terutama penyuka kisah serial televisi Sun Go Kong−Sang Raja Kera. Sun Go Kong yang mempunyai kesaktian melebihi kesaktian para dewa. Ia kebal dan abadi, dapat mengubah diri menjadi tujuh puluh dua wujud berbeda, dapat menunggangi awan surga dan menerobos angkasa. Si kera bisa melompat sejauh seratus delapan ribu li.

Dalam cerita Mitologi China ini juga dikisahkan tentang awal mula terbentuknya dunia berjuta-juta tahun lalu. Kisah yang sungguh bertolak belakang dengan teori-teori para ilmuwan tentang awal mula terbentuknya dunia. Misalnya lewat suatu teori “Big Bang” yang terkenal.

Pangu adalah dewa kecil yang sedang tertidur dalam sebuah telur dimana semua kekuatan alam semesta terkumpul di dalamnya. Ia tertidur selama delapan belas ribu tahun dan menjelma menjadi seorang raksasa. Selama ia tertidur, keadaan di luar telur tidak beraturan. Banyak ledakan yang terjadi dari benda-benda yang melayang di seputar telur. Partikel-partikel debu dan benda-benda berat lainnya saling bertumbukan.

Akibatnya Pangu terbangun dan memecahkan telur yang selama ini menjadi tempat ia tidur menggunakan sebuah kapak yang ia buat dari sebuah komet berekor. Pecahan telur yang ringan dan terang mengapung ke atas dan membentuk langit biru sedangkan bagian yang berat dan gelap jatuh menjadi bumi. Selama sepuluh ribu tahun Pangu berjuang mengangkat langit, sampai terbentuk jarak sembilan juta li antara langit dan bumi. Langit dan bumi yang kini terpisah selamanya menjadi dua kekuatan alam yang sempurna, yin dan yang. Yin adalah bagian gelap sedangkan Yang bagian terang. Bumi terbentuk dengan sempurna beserta isinya; pepohonan yang hijau dan rimbun, air sungai yang jernih nan berkilau, beserta hewan dan bunga yang beraneka ragam jenisnya.

Nuwa, sang penjelajah alam semesta, merasa kagum akan keadaan bumi dan isinya, tetapi ia merasa aneh dan tidak puas dengan semua keindahan yang ia lihat, terasa ada sesuatu yang hilang, maka ia pun membuat beberapa patung dari tanah liat dengan berbagai bentuk dan ukuran, kemudian ia menambahkan mata. Dan terakhir ia meniup patungnya satu persatu, memberi nafas kehidupan sehingga patung-patung itu hidup dan benar-benar bisa tertawa dan meloncat gembira di sekitar Nuwa. Inilah manusia-manusia pertama.

Bumi kini telah berpenghuni, tetapi mereka masih bodoh dan terbelakang. Fuxi, suami dari Nuwa ini memutuskan untuk membantu para manusia. Ia mengajari manusia bagaimana cara membuat pakaian, mengolah serabut tanaman menjadi tali temali, mencari ikan, membuat api sampai kepada cara membangun jembatan. Sejak saat itulah, peradaban manusia terus maju dan berkembang.

Rp 30.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Pangu, Fuxi, & Nuwa: Kisah-kisah Mitologi China
Penulis: Andre Saptono
Penerbit: Bukukatta
Edisi: 2010
Halaman: 160
Ukuran: 23 x 15 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 306/Sap/p

POTRET MANUSIA SEBAGAI SI ANAK KEBUDAYAAN MASSA, Bre Redana

Kebudayaan populer adalah keseharian yang kita ketemui baik itu di kota-kota besar maupun di kota-kota kecil. Dalam keseharian kita, terkadang kita bisa tercenung melihat betapa bentuk yang namanya lokalnasional-regional-global itu saling tarik-menarik, saling mempengaruhi satu sama lain. Tak mesti yang global itu menghegemoni yang lokal, sebaliknya yang lokal pun memerlukan langkah panjang untuk menjadi global.

Kumpulan tulisan yang kami terbitkan ini adalah sebentuk potret masyarakat kita dimana terjadinya tarik-meranarik itu sangat kasat mata. Ada yang mengatakan bahwa perkembangan yang terjadi dalam kebudayaan populer saat ini adalah bagian dari perkembangan kapitalisme yang telah telah merasuk di Indonesia sejak beberapa dekade lalu.

Kumpulan tulisan ini merupakan suatu sketsa masyarakat yang ada, dan dipandang lewat kacamata seorang jurnalis yang tertekun dengan persoaalan masyarakat dan kebudayaan kontemporer. Di dalamnya kita akan menikmati kelucuan-kelucuan di sekitar kita, menikmati hal-hal ironis di sekitar kita, perenungan yang 'lebih serius'atas suatu yang kelihatanya 'tak serius',dan juga kita ditunjukan problema masyarakat kapitalis dan masyarakat global.

Banyak orang padang yang digunakan si penulisnya di sini menggunakan suatu metode yang disebut sebagai cultural studies (susah juga menerjemahkannya begitu saja menjadi 'studi-studi kbudayaan'), namun dari berbagai penulis cultural studies yang ada, penulisnya memilih sejumlah penulis yang tak semata-mata begenit-genit yang teori yang makin mikro ataupun makin sophisticated, tetapi penulisnya melihat fenomena perkembangan masyarakat global dan kapitalis ini dengan cara yang kritis. Jean Baudrillard, adalah suatu tokoh pemikir yang banyak dipacu oleh Bre Redana karena ia mengkritik perkembangan masyarakat  kapitalis yang banyak terjebak dengan citra atau image dari berbagai barang konsumtif dalam masyarakat.

Buku Potret Manusia Sebagai Si Anak Kebudayaan Massa ini diterbitkan untuk memperkaya kajian atas kondisi kapitalis. Walaupun ia 'hanya'berupa kumpulan tulisan, nama buku Potret Manusia Sebagai Si Anak Kebudayaan Massa ini salah satu koleksi atas perjalanan karier si penulisnya yang mau bergulat dengan tema-tema baru dalam penulisannya tentang masyarakat masa kini. Gaya penulisan yang memikat, itu pulalah salah satu kelebihan penulis yang membuat kami tertarik untuk menerbitkan kumpulan tulisan ini.

Rp 43.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Potret Manusia Sebagai Si Anak Kebudayaan Massa
Penulis: Bre Redana
Penerbit: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan
Edisi: 2002
Halaman: 284
Ukuran: 14 x 21 x 1.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 070/Red/p

KEYAKINAN DAN KEKUATAN; SENI BELA DIRI SILAT BANTEN, Gabriel Facal

Banten, yang terletak di daerah barat Jawa, merupakan kancah dari inisiasi ritual bela diri silat, yang mengandung praktik pertarungan, terapi, tarian, musik dan teater. Inisiasi ini dipengaruhi oleh kemampuan tubuh yang diberikan oleh sistem sosiopolitik dan budaya yang silih berganti di daerah ini: kerajaan Hindu-Budha, kesultanaan Islam, jaringan perdagangan dan agama yang berasal dari Cina dan Timur Tengah. Kemudian, ciri-ciri ini menjadi pendasaran dari sistem silat lokal, yang bukan hanya mempunyai ciri khas Melayu tetapi juga menunjukkan ‘Kabantenanya’. ‘Kabantenan’ ini mengandung berbagai prinsip etika, budaya dan agama yang khas Banten dan mencakup berbagai variasi lokal.


Melalui studi banding lima aliran utama dari daerah ini, buku Keyakinan dan Kekuatan; Seni Bela Diri Silat Banten ini mendeskripsikan kosmologi dan sistem teknik dari kelompok inisiasi dalam konteks sejarah dan sosial-budaya Banten. Buku ini juga menceritakan secara terperinci perjalanan sesepuh pendiri, naskah pendirian perguruan, dan organisasi sosial-politiknya. Karya ini bisa jadi suatu alat untuk memahami lebih lanjut mengenai hal yang menjadi permasalahan di masa kini terkait dengan proses pengolahragaan, perubahan politik dan ekonomik di Indonesia dan juga persaingan dari sistem bela diri luar yang diangkat oleh media massa.

Rp 72.250
Rp 85.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)320


INFO BUKU

Judul: Keyakinan dan Kekuatan: Seni Bela Diri Silat Banten
Penulis: Gabriel Facal
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Edisi: Tahun 2016
Halaman: xxvi + 322 hlm
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

METODOLOGI PENELITIAN KEBUDAYAAN, Suwardi Endraswara

Ilmu-ilmu humaniora di Indonesia telah berkembang subur, terutama dilingkungan perguruan tinggi dan sejumlah LSM yang tertarik pada pusaran budaya. Kebudayaan yang telah berkembang menjadi beberapa cabang, menghendaki pengkajian dan penelitian yang lebih mendalam agar dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri.

Melalui pemahaman metodelogi yang jelas, penelitian kebudayaan akan mencapai hasil yang menggembirakan. Buku Metodologi Penelitian Kebudayaan ini mencoba sedikit menuntun peneliti kebudayaan agar tidak berjalan dalam kegelapan. Buku ini membahas mulai dari problematika penelitian kebuadayaan, telaah budaya etnografi dan folklor, interaksionisme simbolik, dan masih banyak lagi.


Rp 45.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Metodologi Penelitian Kebudayaan
Penulis: Suwardi Endraswara
Penerbit: Gajah Mada University Press
Edisi: Cetakan 2, 2006
Halaman: 243
Ukuran: 21 x 14 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 001/End/m

TUNTUNAN KAGEM PARA PANATACARA TUWIN PAMEDHAR SABDA, Rama Sudi Yatmana

Isining Pustaka Tuntunan Kagem Para Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda, Rama Sudi Yatmana.

PERANGAN I
Tuntunan Kagem Para Pranatacara
Wredining Pranatacara
Istilah utawi Bedhahan
Pribadining Pranatacara
Cecawis Sangu-sanguning Pranatacara
Gladhen Ketrampilan
Basanipun Pranatacara
Garapan
Cak-cakanipun
Kekudangan

PERANAGAN 2
Tuntunan Kagem Para Pamedhar Sabda
Wredining Pamedhar Sabda
Lajering Ayahanipun Pamedhar Sabda
Wetah saha Jangkeping Wedharan
Cengkorongan Medhar Sabda
Cak-cakanipun Medhar Sabda

PERANGAN 3
Tuladha Medhar Sabda
Pasrah Penganten Kakung
Tampi Pasrah Pengantin kakung
Purwaning Pahargyan
Pangayubagya Pahargyan Penganten (Samadya)
Pangayubagya Pahargyan Penganten (Sawatawis rinengga)
Pahargyan Tumbuk Ageng
Sabdatama
Tanggap Sabda
Kesripahan
Kesripahan (Brayat Kristen, Katholik)
Tumuruning Kembar Mayang
Pengetan/Ceramah Ilmiyah
Panataran Dwija Basa Jawi
Sarasehan Kabudayan Jawi
Sarasehan Basa Jawi
Garapan

PERANGAN 4
Tuladha Serat Ulem
Serat lem Wiwahan (1)
Serat Ulem Wisudan
Serat Ulem Wiwahan (2)
Serat Ulem Pahargyan

PERANGAN 5
Tuladha Panyandra
Penganten Putri Kalenggahan ing Sasana Rinengga
Penganten Kakung Mlebet ing Sasana Pawiwahan
Penganten Dhaup (Panggih)
Penganten Sungkem (Ngabekten)
Tamu Lenggah ing Sasana Pawiwahan
Beksan Gambir Anom Gandrung
Kirab Kinarendran
Kirab Kasatriyan
Beksan Sih Tumlawung, utawi Panji-Sekartaji, inggih Enggar utawi Beksan Karonsih
Bubak Kawah

PERANGAN 6
Bebakalaning Sabdatama (Pepethikan)
Wulang Reh ( IS PB IV )
Wedharaga ( R. Ng Ranggawarsita)
Wedhatama (KGPAA MN IV)
Sastra Gendhing; Nitipraja (Sultan agung)
serat Menak " Piwulang Dateng Lare Estri"
Lelungidan (1)
Lelungidan (2)
Lelungidan (3)
Lelungidan (4)
Lelungidan (5)

PERANGAN 7
Pinandha Bausastra (Katrangan tegesing Tembung)

Rp 23.000

Beli Sekarang
sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Tuntunan Kagem Para Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda
Penulis: Rama Sudi Yatmana
Penerbit: Aneka Ilmu
Edisi: Cetakan 1, 1994
Halaman: 102
Ukuran: 21 x 15 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 306/Yat/t

SERBA-SERBI SEMIOTIKA, Panuti Sudjiman & Aart Van Zoest

Dewasa ini literatur tentang semiotika yang berbahasa Indonesia ssngat terbatas. Bunga rampai semiotika yang sederhana ini dipersembahkan sebagai usaha mengisi kekurangan tersebut. Isinya merupakan terjemahan dan saduran tulisan yang aslinya berbahasa Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis. Pemilihannya didasarkan atas keinginan agar aliran-aliran utama di dalam semiotika terwakili.

Pada buku ini ditambahkan analisis sajak Chairil Anwar "Sia-sia" untuk menggambarkan penerapan konsep semiotika di dalam analisis karya sastra.


Rp 40.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Serba-Serbi Semiotika
Penulis: Panuti Sudjiman & Aart Van Zoest
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Cetakan 1, 1991
Halaman: 128
Ukuran: 21 x 14 x 1 cm
Sampul: Soft Cover 
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 400/Sud/s

SEKITAR MASALAH KEBUDAYAAN, Darmanto Jatman

Kebudayaan dalam arti luas, menurut A.L. Kroeber dan Clyde Kluckhohn, adalah keseluruhan hasil perbuatan manusia yang bersumber pada kemauan, pemikiran dan perasaannya. Karena jangkauannya begitu luas, maka Ernst Cassirer membaginya ke dalam lima aspek yang meliputi: kehidupan spiritual, bahasa kesusasteraan, kesenian, sejarah dan ilmu pengetahuan. Studi tentang kebudayaan berarti studi dari tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia dalam cahya studi budaya dapat dilukiskan sebagai kerja, karya dan bicara. Tiga aktivitas itu disebut gerakan dasar, karena sesuai dengan tiga syarat yang menguasai eksistensi manusia di dunia ini.

Buku Sekitar Masalah Kebudayaan ini berbicara tentang hal-hal di sekitar masalah kebudayaan, khususnya masalah budaya dasar, pembenahan desa dan persepsi masyarakat terhadap berbagai karya manusia. Membicarakan kebudayaan, mau tak mau juga harus mencakup masalah-masalah kemanusiaan. Keberadaan manusia, entah sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat selalu membawa  masalah abadi yang tak kunjung usai. Kita memang perlu menyelamatkan manusia dengan harkatnya, dengan nilainya sebagai manusia, sehingga semakin hari manusia semakin menjadi manusiawi.

Siapa saja yang berniat mengembangkan segi manusiawinya manusia itu, tentu akan mengambil banyak manfaat dari buku ini.

Rp 34.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Sekitar Masalah Kebudayaan
Penulis: Darmanto Jatman
Penerbit: Penerbit Alumni
Edisi: Cetakan 3, 1996
Halaman: 212
Ukuran: 12,5 x 21 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 306/Jat/s

POST-REALITAS: REALITAS KEBUDAYAAN DALAM ERA POST-METAFISIKA, Yasraf Amir Piliang

Apakah realitas itu? Pertanyaan tersebut memang sudah setua umur manusia. Maka diawal abad ke-21 ini berkembanglah pandangan yang menyimpulkan bahwa realita itu tanpa dibentuk, dan bahasa adalah cetakannya. Teknologi pun menandinginya dengan menciptakan simulasi yang memberikan pengalaman akan hiper-realitas. Di sini, Yasraf menguraikan secara komprehensif tentang Post-realitas yaitu dunia realitas yang bersifat artifisial atau superfisial, yang tercipta lewat bantuan teknologi simulasi dan pencitraan yang telah mengambil alih dunia realitas yang alamiah. Pembahasannya padat dan tematis mencakup permasalahan realitas di berbagai bidang dengan menggunakan pendekatan cultural studies.

Diawali dengan esai pembuka baru yang membahas cyberspace dan cybersemiotics, dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Post-teori dan Post-realitas sebagai macam landasan teori untuk semua pembahasan, buku ini membagi pembahasannya menjadi empat bagian bagian besar yaitu: Post-sosial mengupas kehidupan sosial, konsumerisme, peleburan realitas dan fantasi di media dan juga seni. Kedua, Post-hororisme yang membahas kejahatan yang makin sempurna lewat manipulasi teknologi sehingga tidak ada yang tahu bahwa telah terjadi kejahatan, tidak ada korban, tidak ada pelaku, dan tidak ada barang bukti. Ketiga, Post-demokrasi yang membedah peleburan demokrasi dan anarki, geopolitik dan mikrofasisme, serta fatamorgana hukum dan ilusi kebenaran. Keempat, Post-moralitas yang menggeledah fenomena hasrat dan kesucian spiritualisme, kebenaran dan kepalsuan, gairah tubuh yang digantikan oleh mesin. Pada bagian akhir, pembahasan ditutup dengan uraian tentang apa itu Post-metafisika sebagai macam simpul dari semua pembahasan dalam buku ini.

Rp 99.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Post-Realitas: Realitas Kebudayaan Dalam Era Post-Metafisika
Penulis: Yasraf Amir Piliang
Penerbit: Jalasutra
Edisi: Cetakan 3, 2010
Halaman: 399
Ukuran: 23 x 15 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru Stok Lama
Lokasi: 100/Pil/p

ENSIKLOPEDI SUKU BANGSA DI INDONESIA, Dr. Zulyani Hidayah

Motto “Binneka Tunggal Ika” – yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia – mempunyai arti bahwa walau masyarakat negeri ini amat beragam dalam berbagai aspeknya, namun tetap satu kesatuan. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui bagaimana sebenarnya keragaman dari suku-suku bangsa yang ada itu, Secara tidak langsung, buku ini menggugah kesadaran kita bahwa ternyata pengetahuan dan pengenalan kita selama ini tentang saudara-saudara sebangsa dan setanah air sangat terbatas. Keadaan ini semakin ironis ketika kita mengetahui banyak orang asing yang jauh lebih mengetahui bagaimana wujud keragaman bangsa kita itu.

Buku Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia menyajikan informasi pokok mengenai berbagai suku bangsa di Indonesia, yang beberapa di antaranya sudah diteliti dan diungkap, namun jauh lebih banyak yang belum teridentifikasi secara baik. Kendatipun demikian, informasi yang tersaji dalam buku ini tetap menarik untuk diketahui dan diambil manfaatnya.

Rp 112.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Enksiklopedi Suku Bangsa di Indonesia
Penulis: Dr. Zulyani Hidayah
Penerbit: Buku Obor
Halaman: xxii + 470
Ukuran: 15 x 23 x 3 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 306/Hid/e

DOMINASI MASKULIN, Pierre Bourdieu

Dominasi Maskulin adalah sebuah analisis etnografi terhadap pembagian kerja berbasis gender yang berlaku dalam masyarakat Qubail yang mereprensentasikan tradisi budaya Mediterania. Dalam buku Dominasi Maskulin ini, Pierre Bourdieu menawarkan instrumen untuk mengungkap struktur simbolik dari pemahaman bahwa sadar androsentris yang bersemayam di alam pikiran kaum laki-laki maupun perempuan di masyarakat kita. Bourdieu menganalisis dominasi maskulin sebagai wujud paradigmatik dari kekerasan simbolik -- semacam kekerasan yang tak kasat mata, halus namun pervasif -- yang sering kali mendapat persetujuan dari pihak yang akan dikuasai. Untuk dapat mamahami wujud dari dominasi maskulin ini, Bourdieu malakukan suatu studi sejarah mengenai dehistorisasi melalui lembaga-lembaga sosial seperti keluarga, sekolah, gereja maupun negara yang mengabadikan kuasa laki-laki yang arbitrer.

"Dominasi Maskulin sangat bernilai sebagai kerangka konseptual yang bisa diaplikasikan oleh para feminis untuk melakukan analisis maupun kritik yang bahkan melampaui pemikiran Bourdieu"
Martin Wallace - Universitas Manitoba

Rp 51.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Dominasi Maskulin
Penulis: Pierre Bourdieu
Penerbit: Jalasautra
Edisi: 2010
Halaman: 180
Ukuran: 14 x 21 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 305/Bou/d

FEMINISME, FEMINITAS & BUDAYA POPULER, Joanne Hollows

Dalam kajian pengantar yang mudah dipahami ini, penulis mengidentifikasi beberapa pendekatan feminis kunci terhadap budaya populer dari tahun 1960-an sampai 1990-an. Penulis juga menunjukkan bagaimana hubungan antara feminisme, femininitas, dan budaya populer sering bermasalah satu sama lain. Buku Feminisme, Feminitas & Budaya Populer memperkenalkan gagasan utama tentang feminisme gelombang-kedua dan feminis cultural studies lalu membeberkan bagaimana para feminis mempengaruhi perdebatan di kalangan mereka tentang jangkauan bentuk-bentuk dan praktik populer pada beberapa kasus kajian: film perempuan, fiksi romantis, opera sabun, budaya konsumsi dan material, praktik fashion dan kecantikan; juga budaya anak muda dan musik pop.

Sembari menampilkan hubungan-hubungan posisi feminis dalam pelbagai disiplin kajian yang berbeda, Joanne Hollows mengidentifikasi pelbagai metode bagaimana feminisme acapkali didasarkan pada penolakan budaya populer sekaligus femininitas. Buku Feminisme, Feminitas & Budaya Populer meninjau bagaimana para kritikus feminis menunjukkan perbedaan kultural antara apa yang “feminis” dan yang bukan, sambil menunjukkan bagaimana identitas feminis seringkali diproduksi sebagai bentuk penolakan atas bentuk dan praktik feminin. Terakhir, buku ini menampilkan bagaimana implikasi posisi tersebut terhadap posisi politik budaya feminis. Penulis juga mengilustrasikan betapa penting memahami identitas feminin dan feminis sebagai salah satu situs perjuangan dalam konteks historis yang spesifik.

Joanne Hollows, dosen senior dalam Kajian Media dan Budaya di Nottingham Trent University.

Rp 63.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Feminisme, Feminitas & Budaya Populer
Penulis: Joanne Hollows
Penerbit: Jalasutra
Edisi: Cetakan I, Maret 2010
Halaman: 295
Ukuran: 15 x 21 x 1.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 305/Hol/f

MENGENAL MASYARAKAT DAN BUDAYA AMERIKA SERIKAT, Luther Luedtke

Di balik patriotisme masa kini yang menyadari karakter bangsa Amerika terdapat keragaman kebudayaan yang bercirikan Amerika. Kebudayaan Amerika, sebagaimana dikatakan oleh Luedtke dalam buku ini, adalah kebudayaan yang muncul dari saling hubungan antara Benua Lama (Eropa) dan Benua Baru (Amerika). Kemenangan kerajaan Inggris atas pengaruh kerajaan-kerajaan Eropa lainnya di Amerika telah memunculkan kebudayaan Amerika yang pada dasarnya adalah kebudayaan Inggris yang beradptasi dengan lingkungan di Amerika, yang kemudian bercampur dengan berbagai unsur kebudayaan lainnya yang dibawa oleh berbagai pendatang dari seluruh dunia. Buku ini adalah sebuah kumpulan tulisan yang terfokus pada upaya untuk memperlihatkan pembentukan masyarakat dan kebudayaan Amerika, dan lebih khusus lagi terbentuk dan berkembang serta mantapnya corak karakter bangsa Amerika.

Rp 49.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mengenal Masyarakat dan Budaya Amerika Serikat
Penyunting: Luther Luedtke
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 1994
Halaman: 346
Ukuran: 14.5 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 910/Lue/m

TAMASYA DALAM HIPEREALITAS, Umberto Eco

Umberto Eco - Novelis, pakar semiotika, dan kritikus budaya yang luar biasa - dalam buku Tamasya dalam Hiperealitas memperlihatkan kecerdasan, pembelajaran dan kecemerlangan inteligensi sebagaimana yang membuat para pembaca The Name of the Rose, Foucalt's Pendulum, dan Baudolino merasa begitu terhibur. Cakupan tulisan Eco dalam buku ini sangat luas- mulai dari budaya pop hingga filsafat, dari People's Temple hingga Thomas Aquinas, dari Casablanca hingga Roland Barthes.

Esai pembuka Tamasya dalam Hiperealitas memperlihatkan ketekunan dan pencarian sang pengarang yang bertamasya melintasi seluruh daratan Amerika manakala ia sedang mencari tempat untuk menyelidiki perbatasan realisme, jiplakan (copy) yang menjanjikan lebih ketimbang yang asli, seperti museum lilin, hall of fame, theme park, kebun binatang. Dalam "Kembalinya Abad Pertengahan" Eco melontarkan berbagai pertanyaan tentang modernitas kita; sedang dalam "Desa Global" Eco bergerak dari media massa ke olahraga massal. Ada juga mutiara-mutiara kecil yang berlimpah, seperti dalam esai "Pemikiran Lumbar" Eco mengamati bagaimana blue jeans telah membentuk manusia.

Wawasan Eco dalam esai-esai ini sangat tajam, tak jarang bernada ironis, dan seringkali sungguh jenaka. Mengutip San Fransisco Chronicle, Eco memiliki "begitu banyak wawasan untuk mengajari kita semua tentang pentingnya (tidak menyebutkan kepuasan) observasi dan kritisisme, karena kedua persoalan inilah yang mengistimewakan-dan, sebagaimana dikatakannya, mewajibkan-seluruh umat manusia yang berpikir."

"Eco memikirkan hampir segala hal di seluruh dunia-holografi, museum lilin, 'Kembalinya Abad Pertengahan', Superman dan Casablanca, Frederico Fellini dan Michaelangelo Antonioni, sekte agama Afrika kuno yang masih bertahan serta cara pemujaan di Brazil kontemporer, Jim Jones dan People's Temple-nya, Brigade Merah dan terorisme secara umum, Marshall McLuhan dan Charles Manson, Woody Allen dan Santo Thomas Aquinas, implikasi sosial maupun personal dari blue jeans ketat dan makna rahasia dari olahraga tontonan... begitu banyak kesenangan yang ditemukan dalam seluruh eksplorasi Eco ini."
-New York Times Book Review

Rp 104.000
Rp 115.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Tamasya dalam Hiperealitas
Penulis: Umberto Eco
Penerbit: Jalasutra
Edisi: Cetakan III, 2009
Halaman: 455
Ukuran: 15 x 21 x 2cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 306/Eco/t

IMAJI MUSIK TEKS ANALISIS SEMIOLOGI ATAS FOTOGRAFI IKLAN FILM MUSIK ALKITAB PENULISAN DAN PEMBACAAN SERTA KRITIK SASTRA, Roland Barthes

Buku Imaji Musik Teks ini memuat gagasan-gagasan kunci Roland Barthes tentang analisis struktural narasi serta beberapa naskah mengenai teori literasi, semiotika fotografi dan film, serta musica practica, dan suara.

Di dalam karya ini kita akan merasakan peralihan setahap demi setahap dari karya menuju teks: suatu penjelajahan sampai ke jeroan aktivitas penandaan serta kemauan untuk mengikut gerak segala sesuatu yang berubah, berpindah, diganti, tersebar—di dalam karya sastra, imaji, film, lagu, dan teater.

Terjemahan Stephen Heath ke dalam Bahasa Inggris terhadap karya-karya Roland Barthes ini disebut-sebut sebagai pekerjaan yang ‘telaten dan layak dibaca’ (TLS) serta ‘sangat brilian’ (TES). Minatnya terhadap pemikiran Roland Barthes tidak bisa dibilang main-main. Dia melakukan studi khusus tentang pemikiran Roland Barthes, hasil penelusurannya tertuang dalam buku Vertige du déplacement. Naskah-naskah pilihannya, yang merupakan naskah-naskah unggulan, juga berfungsi sebagai ‘pengantar terbaik, setidak-tidaknya sampai sekarang ini, untuk melihat kekuatan Barthes sebagai pembunuh mitos kontemporer’ (John Sturrock, New Statesmen).

Rp 61.000
Rp 67.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Imaji Musik Teks, Analisis Semiologi atas Fotografi, Iklan, Film, Musik, Alkitab, Penulisan dan Pembacaan serta Kritik Sastra
Penulis: Roland Barthes
Penerbit: Jalasutra
Edisi: 2010
Halaman: 232
Ukuran: 14 X 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 070/Bar/i

MEMBEDAH MITOS-MITOS BUDAYA MASSA, Roland Barthes

Buku Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa memperlihatkan kepemurahan yang elok akan minat progresif Barthes terhadap makna (dia menyebutnya signifikasi) ihwal hampir segala sesuatu di sekitarnya, bukan hanya buku-buku dan lukisan seni tinggi, tetapi juga pelbagai slogan, hal-hal sepele, boneka, makanan, dan ritual pop (berlayar, striptease, makan, pertandingan gulat) dalam kehidupan kontemporer. (Edward W. Said)

Inilah buku karya Roland Barthes yang paling banyak dibaca, yang memperlihatkan bahwa Barthes adalah analis yang paling jeli ihwal sosiopatologi kehidupan sehari-hari. Buku ini memiliki cakupan yang luas tentang berbagai praktik, peristiwa, dan objek budaya mulai dari foto, makanan di majalah hingga gagasan tentang serangan alien, dari gambar ikonik wajah Greta Garbo hingga cara bagaimana mobil, busa sabun, dan genre sastra diperjualbelikan kepada bublik dari liputan media tentang skandal tingkat tinggi hingga retorika politikus, dari ritual agama massa hingga dampak pameran seni pop, serta dari bahasa yang berseliweran di seputar peristiwa olahraga seperti Tour de France hingga refleksi puitis akan menara Eiffel. Dalam buku ini Barthes terus-menerus memainkan gagsasan alam/budaya (nature/culture) sebagai manifestasi perbedaan antara Universal/historis. Permasalahannya, keseluruhan mitologi budaya massa menyajikan wajah ideologis universalitas (kealamian) ketika sebenarnya mereka mempromosikan seperangkat gagasan historis/partikular.

Setelah membaca buku Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa, Anda akan melihat kehidupan keseharian dalam suatu pemahaman baru. Barthes mengajari kita untuk tidak lagi melihat dunia dengan mata sang penerima pengakuan dosa, atau fisikawan, tetapi dengan mata manusia yang berjalan-jalan di kotanya tanpa horison apa pun selain tontonan semata di hadapannya, tanpa kekuasaan selain matanya sendiri. Dan, secara signifikan, ajaran yang dikemukakannya disuarakan secara unik karena bersifat sangat intim namun tidak pribadi, bertanggung jawab namun tidak suka mencampuri urusan orang lain, meyakinkan namun tidak menuduh. Barthes laksana Ariadne, sang putri Raja Minos dari Kreta yang memberi Theseus bola benang agar bisa keluar dari labirin setelah membunuh Monotaur. Boleh jadi benang yang Barthes berikan untuk menelesuri labirinan kota kita beserta kehidupan kesehariannya adalah paradoks yang tidak dapat kita harapkan dari pemikir lain, yaitu mengajak kita keluar dari labirin untuk kemudian masuk lebih dalam lagi.

Rp 75.000
Rp 83.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Semiologi Tanda, Simbol dan Representasi
Penulis: Roland Barthes
Penerbit: Jalasutra
Edisi: Cetakan I, Juli 2006
Halaman: 364
Ukuran: 15 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 070/Bar/m

CERITA KUNO INDONESIA KOREA 1, Shin Young Ji

Buku cerita ini berisi cerita-cerita dari Korea dan Indonesia yang ditulis dalam dua bahasa. Kami berharap cerita-cerita kuno Indonesia dan Korea ini dapat membantu pembaca mengerti kebudayaan kedua negara dengan lebih baik. Cerita-cerita ini diterjemahkan oleh para mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia pada mata kuliah Terjemahan.

Rp 96.000
Rp 112.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Cerita Kuno Indonesia Korea
Penulis: Shin Young-Ji, dkk
Penerbit: Rosda
Edisi: 2015
Halaman: 104
Ukuran: 17.5 x 25 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

ELEMEN ELEMEN SEMIOLOGI, Roland Barthers

Dalam karyanya, Ferdinand de Saussure mendalilkan eksistensi ilmu tanda atau semiologi yang luas cakupannya, di mana linguistik hanyalah salah satu cabangnya. Dari posisi di mana Saussure berhenti, buku yang Anda pegang ini melanjutkan apa yang sudah diawali oleh Saussure. Berkebalikan dengan pendapat yang diutarakan Saussure, Barthes dalam buku ini menawarkan pandangan yang menyatakan bahwa semiologi hanyalah cabang dari linguistik. Dari akar konsep-konsep analitis linguistik inilah Barthes dengan cerdas berhasil menyarikan elemen-elemen semiologi dan menyulamnya menjadi format yang lebih strukturalis dan sinkronik.

Elemen-elemen yang Barthes tampilkan dalam buku ini, meski agak longgar dan relatif kurang patuh pada model linguistik secara ketat, ditujukan untuk mengusulkan dan menjelaskan suatu terminologi dengan harapan bisa menyusun suatu fondasi awal dari begitu beragamnya fakta yang serba penting tentang semiologi. Dan seperti halnya semua teori kritis murni, buku ini benar-benar padat dan ringkas.

Sebagai naskah awal tentang semiologi yang ditulis saat kajian ini mulai dibangun, buku ini akan memberi para pembacanya fondasi semiologis yang solid untuk membangun pengetahuan tentang strukturalisme, linguistik, atau semiologi yang lebih meluas dan spesifik. Inilah buku pembuka bagi siapa pun yang berharap ingin memahami elemen-elemen esensial ini. Buku ini penting bagi mahasiswa sastra dan cultural studies.

Rp 58.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Elemen-elemen Semiologi
Penulis: Roland Barthers
Penerbit: Jalasutra
Edisi: 2012
Halaman: 120
Ukuran: 14 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 

AGAMA SEKSUALITAS KEBUDAYAAN, Michel Foucault

Buku Agama Seksualitas Kebudayaan menghadirkan tema-tema avant-garde Foucault semacam kematian tuhan, penyimpangan religius dan medis, kuasa pastoral dan rasio politik, transgresi, buddhisme Zen, seksualitas dan kesendirian, perang suci, dan spiritualitas politik iran. Tak ketinggalan, koleksi kajian awal atas karya-karya Foucault yang tak terpublikasikan dalam ranah kekristenan juga terangkum, tentunya, dengan perspektifnya yang tak lazim dan enigmatik.

Rp 79.000
Rp 97.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Agama Seksualitas Kebudayaan
Penulis: Michel Foucault
Penerbit: Jalasutra
Edisi: 2011
Halaman: 366
Ukuran: 15 x 23 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi:

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang