Tampilkan postingan dengan label Z814. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Z814. Tampilkan semua postingan

CATATAN SUBVERSIF, Mochtar Lubis

Buku ini merupakan catatan-catatan dalam buku harian yang ditulis pengarang selama berada dalam tahanan rezim orde lama. Dia telah mencatat pengalamannya setiap hari, tidak saja pengalaman nyata dalam lingkungan rumah penjara, akan tetapi juga pengalaman pikir an dan batinnya, reaksi-reaksinya terhadap apa yang dibaca dan didengarnya, terhadi di dalam dan di luar penjara. Karena itu buku ini merupakan pula sebuah kesaksian terhadap segala apa yang terjadi di Indonesia di bawah rezim orde lama dan reaksi pengarang terhadap semuanya.

Rezim orde lama setelah jatuh dari singgasana kekuasannya telah menjadi sasaran kritik dan kutukan banyak orang Indonesia, tidak saja akibat politiknya yang telah membawa Indonesia ke jurang kehancuran perekonomian akan tetapi akibat petualangan politik, almarhum presiden Soekarno dengan PKI, yang sampai pada puncaknya dengan peristiwan Gestapu tanggal 30 September tahun 1965, yang membawa Indonesia pada peristiwa pembantaian para Jenderal di Lubang Buaya.

Buku ini merupakan monumen kesaksian pada satu kurun waktu yang amat penting dalam sejarah Indonesia Merdeka yang secara jelas mengikuti proses pembusukan orde lama, karena itu perlu dibaca oleh setiap orang Indonesia yang wajib memahami proses sejarah negeri dan bangsanya. Karena masa kini hanya dapat dipahami dengan memahami masa lampau.

Rp 40.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Catatan Subversif
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: 1987
Halaman: 405
Ukuran: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi:

KIAI BEJO, KIAI UNTUNG, KIAI HOKI, Emha Ainun Nadjib

Apa yang ingin disampaikan Cak Nun melalui buku Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki ini? Sebagai budayawan sekaligus pekerja sosial, Cak Nun ingin memberikan kado cinta kepada sesama manusia, sesama hamba Allah, dan sesama Bangsa Indonesia. Kado cinta akan menghapuskan nuansa kebencian, menyingkirkan prasangka dan fitnah. Dengan kado cinta memberikan pencerahan, silaturahmi, kemesraan budaya, empati masyarakat, peneguhan nasionalisme.

Melalui tulisannya ini, kita akan melihat sosok Cak Nun yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tentu saja beralasan, karena Cak Nun selama lebih 20 tahun berkeliling Nusantara untuk berjumpa dengan berbagai forum rakyat dan segmen sosial. Seperti golongan politik, etnik, dan agama. Berjumpa dengan buruh pencuri kayu hutan, pelacur, kumpulan preman aktif, kaum buruh, santri, mahasiswa.

Pengalamannya ini tercermin melalui tulisannya yang bernada bijak dalam memandang berbagai persoalan. Seperti masalah TKI, santri teror, jihad, bencana di Indonesia, disintegrasi sosial, Aceh, termasuk masalah Inul “Ngebor” Daratista

Rp 60.000
Rp 69.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Kompas
Edisi: 2016
Halaman: 246 
Ukuran: 21 x 14 x 1,5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 814/Nad/k

INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA, Emha Ainun Nadjib

Ternyata sejak tahun 1970-an Emha Ainun Nadjib sudah memiliki pemikiran yang jauh ke depan mengenai bangsa kita.

Emha sangat bersedih bahwa “zaman edan” tiga dekade lalu sudah membuat kepala pu­sing, tetapi sekarang ini “zaman edan” malah membuat kepala kita pecah!

Keprihatinan dan konsistensi pemikiran Emha terhadap masalah sosial budaya bangsa ini membuat kita lebih sensitif. Lebih peduli pada persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Pemikiran reflektif Emha seolah mendialogkan kembali pemikiran masa lalu dengan realitas sekarang, bahkan di masa mendatang.

Rp 65.000
Rp 69.000
Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Indonesia Bagian Dari Desa Saya
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Kompas
Edisi: 2016
Halaman: 274
Ukuran: 21 x 15 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 814/Nad/i

MENAGERIE 2, John H. McGlynn & Leila S. Chudori

"The first time he saw the girl was on his way to Battambang... A few moments of talk and he was free to take her with him that night... The girl's virginity, apparent to him that afternoon was his for the taking that evening..."

As wide ranging in theme as the first volume in Lontar's short story series, Menagerie 2 offers readers a new and different tour of Indonesia through its literature.

Stories by:
AA Navis
Asrul Sani
Iwan Simatupang
Jujur Prananto
Nh. Dini
Putu Wijaya
Sutardji Calzoum Bachri
Toti Tjitrawasita
Umar Kayam
Taufiq Ismail
Plus:

Pasemon: On Allusion and Illusions, a literary essay by Goenawan Mohammad; Not an End Station: The Bogor Mental Asylum, a photographic portfolio by Hidayat Surya Gautama and Erwin Hadi; and poems by Isma Sawitri, Goenawan Mohammad, Sitor Situmorang, and Sutardji Calzoum Bachri.

Rp 50.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Menagerie 2
Editor: John H. McGlynn, Leila S. Chudori
Penerbit: The Lontar Foundation
Edisi: 1993
Halaman: 260
Ukuran: 15 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: English
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 813/Mcg/m

PROSA Edisi 2 Tahun 2002

Prosa adalah jurnal yang khusus menerbitkan tulisan tentang dan dari genre prosa. Edisi ini berisi:

Prolog:
  • Mencipta Sastra, Menggubah Sejarah -- Arif Bagus Prasetyo
Fiksi
  • Tinju Bayangan -- Antonia Logue
  • An, -- Gunawan Maryanto
  • Air, Api, Angin, Tanah -- Kurnia Effendi
  • Ilalang -- Nukila Amal
  • Setan -- Putu Wijaya
  • Pemuda Telanjang Bulat -- Utuy Tatang Sontani
Esai
  • Menulis: Ziarah dan Pergulatan -- Carlos Fuentes
  • Revolusi, Manusia, Gado-Gado -- Keith Foulcher
Dialog
  • Oposisi, Seks, Amerika -- Pramoedya Ananta Toer
Rp 20.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Prosa
Penulis: Sitok Srengenge, Arif Bagus Prasetyo, Hasif Amini, Ngarto Februana, Rani Elsanti
Penerbit: Metafor
Edisi: 2, Tahun 2002
Halaman: 204
Ukuran: 14.5 x 22 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Sre/p

ORANG JAWA NAIK HAJI, Danarto

TUTUP MULUT
TUTUP MATA
TUTUP TELINGA adalah bekal yang dibawa Danarto ketika menunaikan ibadah haji, Agustus-September 1983. Maksudnya adalah ia mencoba untuk lurus beribadah. Tapi nyatanya adda saja hal-hal yang tak mungkin ia berkelit.

Sampai sekarang ia masih terkenang oleh sejumlah peristiwa yang ia alami di Masjid Nabawi ataupun Masjidil Haram. Ia merasa jangan-jangan banyak malaikat yang menyamakan diri sebagai orang berkulit hitam.

Buku yang Anda pegang ini paling tidak menghantarkan 17 surat-suratnya, catatan harian yang ia tulis ketika berada di Tanah Suci.

Rp 28.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Orang Jawa Naik Haji
Penulis: Danarto
Penerbit: Grafitipers
Edisi: Cetakan Ketiga, 1987
Halaman: xi + 96 
Ukuran: 11 x 18 x 0.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Dan/o

BERPIHAK PADA RAKYAT, Satyagraha Hoerip

".. bahwa kuat dugaan saya bahwa kaum koruptor kita, semasa kecil dulu, oleh orang tua mereka pernah juga diperkenalkan kepada nilai-nilai keluhuran budi. Supaya tahan uji tahan godaan. Mampu mikul dhuwur mendem jero. Alias tidak berbuat hal-hal yang memalukan orang tua. Sayang benar mereka kalah. Atau lupa. Sehingga justru bangga berkubang dalam aib..."
(Seruan kepada DPR)

"...semua orang Indonesia kelak jangan hanya akrab dengan high technology, high productivity maupun high efficiency dan high profit melulu. Sebaiknya, mereka pun harus tegar pada high morality. Syukur diikuti high solidarity. Sepanjang hayat dengan ikhlas mengabdi pada rakyat. Yang konstan kita damai sehingga habis bermiliar Rupiah ialah penghayatan/pengamalan Pancasila. Tapi aneh yang berlahiran di mana-mana adalah justru Dasamuka..."
(Hidup Menerobos Abad Depan)

Rp 45.000

Beli Sekarang
Tersedia
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Berpihak Kepada Rakyat
Penulis: Satyagraha Hoerip
Penerbit: Sinar Harapan
Edisi: 1996
Halaman: 287
Ukuran: 14.5 x 20.5 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Hoe/b

SEJUMLAH MASALAH SASTRA, Satyagraha Hoerip

Apa kesan Prof. Teeuw tentang Sang Kristus dalam sebuah sajak Subagio Sastrowardoyo? Apa kaitan sastra dan politik? Dengan pers? Dan dengan film?

Sejumlah pengamat/pecinta sastra indonesia sendiri membicarakan pelbagai masalah sastra, di antaranya Asrul Sani, Wiratmo Soekito, Umar Kayam, Arief Budiman dan Goenawan Mohamad...

Rp 45.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Sejumlah Masalah Sastra
Penulis: Satyagraha Hoerip
Penerbit: Sinar Harapan
Edisi: Cetakan Kedua, 1982
Halaman: 283
Ukuran: 14.5 x 20.5 x 1.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Hoe/s

MITOS DAN KOMUNIKASI, Umar Junus

Pilihan tulisan Umar Junus ini dipusatkan hanya pada sastra Indonesia. Baik yang berupa legenda, kaba, karangan beberapa sastrawan dari Pujangga Baru sampai dngan karya-karya puncak mutahir. Untuk itu dia memperkenalkan pemakaian strukturalisme dan semiotik, sehingga telaah sastra janganlah dengan pendekatan filologis melulu.

Tulisanya, "Kita tak boleh melihat sesuatu sebagaimana adanya saja. Apalagi hanya meneruskan apa yang pernah ada, tanpa mengambangkan kemampuan kreatif dan ilmiah kita."

Rp 45.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mitos dan Komunikasi
Penulis: Umar Junus
Penerbit: Sinar Harapan
Edisi: Cetakan Pertama, 1981
Halaman: 237
Ukuran: 14.5 x 20 x 1.3 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Jun/m

PERCIKAN: KUMPULAN TWITTER GOENAWAN MOHAMAD

Salah satu kebahagiaan di negeri Twitter: menemukan mereka yang menyukai percakapan, bukan permusuhan. 13 Februari 2011, 07:25

Meski bersifat pendek, Twitter memiliki pesona dan kekuatan tersendiri dalam ranah media sosial. Justru dalam batasan ruangnya, Twitter mampu menghimpun pesan-pesan yang langsung menuju sasaran. Kebebasan berpendapat di dalam Twitter membuat dinamika media ini begitu hidup, sekaligus menjadikan nilai sebuah pendapat lebih absolut ketimbang sosok atau figur seseorang. Twitter tidak memerlukan sosok terkenal untuk membuat sebuah pendapat menjadi bernilai dan disukai penghuninya.

Karakteristik unik Twitter ini yang mendorong Goenawan Mohamad untuk menggunakannya sebagai media alternatif penyampaian opini yang hampir sepenuhnya dikuasai media besar. Sejak 6 Desember 2009, dia kemudian aktif menulis clethukan-clethukan yang merupakan responsnya atas berbagai peristiwa.

Hingga kini Goenawan Mohamad terbilang rajin menulis tweet. Setiap hari, rata-rata dia bisa menulis dari lima hingga sepuluh lebih tweet yang selalu diawalinya dengan ucapan selamat pagi. Buku ini menghimpun clethukan-clethukan Goenawan berikut "Kul-Twit" yang merupakan singkatan "Kuliah lewat Twitter". Suatu sebutan menarik yang sebenarnya memperlihatkan bagaimana media baru yang sependek Twitter, tetap bisa digunakan untuk menyampaikan atau menjelaskan sebuah topik khusus.

Terhimpun dalam satu buku, tulisan-tulisan pendek Goenawan Mohamad yang selama ini tersiar lewat Twitter, terkompilasi di buku ini berdasarkan topik. Membacanya satu per satu, kita akan diajak untuk melihat peristiwa demi peristiwa dalam pandangan yang menyuguhkan informasi baru, tak terpikirkan, unik, dan sering kali satir.


Rp 70.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Percikan: Kumpulan Twitter Goenawan Mohamad
Penulis: Goenawan Mohamad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Edisi: 2011
Halaman: 320
Ukuran: 13.5 x 20 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 153/Moh/p

PAGI DAN HAL-HAL YANG DIPUNGUT KEMBALI, Goenawan Mohamad

Pagi terkadang punya melankolinya sendiri: saat sejuk yang menandai bahwa istirahat, seperti nikmat, hanya sebuah jeda.

Banyak hal tentang pagi yang ternyata tak sekadar penanda waktu. Banyak kisah yang bisa dituturkan dari sebuah pagi. Tentang kemuning, tentang harapan, burung-burung yang terus sibuk tanpa harus memilih sikap, multiplisitas yang tak tepermanai, dan tentang repetisi yang juga kelahiran kembali.

Semua kisah tentang pagi ini dihimpun dari sekian banyak tweet Goenawan Mohamad yang setiap pagi menyapa follower-nya di ruang Twitter. Selalu ada pesan di setiap ucapan selamat pagi dari Goenawan Mohamad. Pesan yang tidak mendikte karena tidak tersampaikan secara langsung, tapi memancing pembaca untuk sejenak diam merasakan pagi dan hidup yang telah dan akan dijalani.

Bersama dengan tulisan-tulisan Goenawan Mohamad tentang pagi, buku ini memang sepenuhnya epigram. Ada syair, peribahasa, dan ungkapan-ungkapan pendek yang padat, penuh kearifan, penuh gagasan, dan disisipi peristiwa-peristiwa yang kemudian diakhiri dengan pernyataan yang sering merupakan paradoks atau sindiran.

Buku Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali merupakan saripati dari pemikiran dan tulisan-tulisan Goenawan Mohamad yang terserak di berbagai media cetak seperti buku dan majalah. Setiap bagian tulisannya akan bisa kita jadikan kutipan harian bagi hidup yang akan dijalani.

Rp 60.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali: Sebuah Epigram
Penulis: Goenawan Mohamad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Edisi: 2011
Halaman: 193
Ukuran: 13.5 x 20 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 153/Moh/p

TUHAN & HAL-HAL YANG TAK SELESAI, Goenawan Mohamad

Ada 99 esei amat pendek dalam buku berjudul Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai. Jika boleh menirukan karya Roestam Effendi yang terbit di tahun 1925, Pertjikan Permenoengan, ke-99 esei itu adalah semacam percikan. Mereka terkadang bisa dibaca sebagai bagian yang saling mendukung atau saling membantah, terkadang bisa dibaca sebagai tulisan yang berdiri sendiri-sendiri.

Semuanya ditulis di masa yang seperti kita alami sekarang, ketika tuhan tak bisa ditolak dan agama bertambah penting dalam hidup orang banyak, memberi kekuatan, menerangi jalan, tapi juga membingungan dan menakutkan.

Rp 40.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai
Penulis: Goenawan Mohamad 
Penerbit: Katakita
Edisi: 2007
Halaman: 166
Ukuran: 13 x 19.5 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Moh/t

CATATAN PINGGIR 6, Goenawan Mohamad

Catatan Pinggir berisi esei-esei pendek Goenawan Mohamad yang ditulis tiap minggu untuk Majalah Tempo, (kini terbit jilid ke-6 dan ke-7) di antaranya terbit dalam terjemahan Inggris oleh Jennifer Lindsay, dalam Sidelines (1994) dan Conversations with Difference (2002). Kritiknya diwarnai keyakinan Goenawan bahwa tak pernah ada yang final dalam manusia. Kritik yang meminjam satu bait sajaknya "dengan raung yang tak terserap karang".

Rp 83.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Catatan Pinggir 6
Penulis: Goenawan Mohamad
Penerbit: PDAT
Edisi: Cetakan Pertama, April 2006
Halaman: 470
Ukuran: 14.5 x 21 x 3 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru Stock Lama
Lokasi: 814/Moh/c

PERDEBATAN SASTRA KONTEKSTUAL, Ariel Heryanto

Jika orang berbicara tentang "sastra kontekstual", ada dua nama penting yang tak lepas dari sebutan itu: Arief Budiman dan Sarasehan Kesenian 1984. Yang pertama dikenal sebagai pencetus atau pelopor faham sastra kontekstual, dan yang kedua dianggap sebagai tempat kelahiran atau tempat tercetusnya faham tersebut. Namun demikian, jika Anda membaca buku ini Anda akan mendapatkan tidak hanya dua nama di atas, tapi juga diantaranya: jawaban mengapa perdebatan sastra kontekstual bisa timbul dengan meriah, mengapa baru timbul pada waktu ini, bagaimana asal-mula timbulnya, mengapa disebut sastra kontektual, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan timbulnya istilah sastra kontekstual.

Buku Perdebatan Sastra Kontekstual merupakan kumpulan karangan, laporan media masa, tanggapan awal perdebatan dan latar belakang sastra kontekstual, yang disusun oleh Ariel Heryanto -- orang kedua yang punya andil mencuatkan gagasan sastra kontekstual -- dengan tujuan utama mendokumentasikan serangkaian rekaman pemikiran mutakhir tentang kesusastraan di Indonesia yang sebelumnya tercerai-berai dalam berbagai forum diskusi dan media-media cetak.

Rp 60.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Perdebatan Sastra Kontekstual 
Penulis: Ariel Heryanto
Penerbit: Rajawali 
Edisi: Cetakan Pertama, 1985 
Halaman: 499
Ukuran: 13.5 x 20.5 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Her/p

SOLILOKUI: Kumpulan Esei Sastra, Budi Darma

"Sastra: Merupakan Dunia Jungkir-balik?" Demikian judul salah sebuah esei Budi Darma dalam buku ini. Enam belas esai lain membicarakan: kreativitas, para pencipta tradisi, kritik sastra, apresiasi sastra, cerpen, kebiasaan pengarang Indonesia, jurusan sastra Indonesia, dan hal-hal yang menyangkut sastra. Sekalipun esei-esei ini ditulis pada waktu yang berlainan (antara tahun 1969 dan 1981), namun kesemuanya memiliki ciri yang sama: ia ditulis dengan gaya yang khas, kritis, serta dengan wawaan sastra yang luas. Sudah barang tentu buku ini amat banyak manfaatnya bagi siapa saja yang menaruh minat pada sastra (termasuk sastra Indonesia), baik bagi para mahasiswa maupun bagi para sosen. Dan siapa yang ingin mengetahui apakah "sastra merupakan dunia jungkir-balik", silakan baca buku ini.

Rp 20.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Solilokui: Kumpulan Esei Sastra
Penulis: Budi Darma
Penerbit: Gramedia 
Edisi: Cetakan Kedua, Januari 1984
Halaman: 101
Ukuran: 14 x 21 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Dar/s

HARMONIUM, Budi Darma

Upaya-upaya untuk menerbitkan esei-esei Budi Darma dengan judul Harmonium ini sesungguhnya merupakan bagian dari komitmen penerbit Pustaka Pelajar untuk ikut menyemarakkan khazanah kesusatraan Indonesia. Hampir pasti sudah banyak pemerhati sastra Indonesia yang menantikan terbitnya esei-esei Budi Darma dalam bentuk antologi, sebagaimana Solilokui (1981), dan Sejumlah Esei Sastra (1984).

Esei-esei karya novelis, cerpenis, kritikus, dan guru besar Ilmu Sastra Inggris pada IKIP Surabaya yang terangkum dalam Harmonium sebenarnya hanya sebagian kecil saja dari esei-esei yang pernah ditulisnya antara tahun 1983-1990. Keberagaman tema esei yang dimuat dalam Harmonium semata-mata agar memberi kekayaan wawasan kepada pembaca tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan sastra mulai dari diskursus tentang kritik sastra, aliran romantik, kebudayan nasional, masalah moral dalam sastra, kecenderungan novel dan puisi Indonesia.

Rp 50.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Harmonium
Penulis: Budi Darma
Penerbit: Pustaka Pelajar
Edisi: 1995
Halaman: 221
Ukuran: 15 x 21 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Baru
Lokasi: 814/Dar/h

MENDIDIK MANUSIA MERDEKA, Th Sumartana

Buku Mendidik Manusia Merdeka merupakan persembahan bagi Romo Y.B. Mangunwijaya yang saat itu memasuki usia 65 tahun. Ia layak dikedepankan sebagai tokoh tempat bercermin. Perhatian seorang Mangun yang begitu luas, mulai dari teologi, arsitektur, sastra-budaya, politik, sampai pendidikan sudah cukup menyampaikan pesan: agar kita jangan berumah di atas angin atau bertahan di kemah keahlian masing-masing. Seorang yang telah membatasi perhatian dan cara pandang hidupnya sama dengan menghukum dirinya dalam suatu kerangkeng yang dirancangnya sendiri. Hidup adalah pengabdian seluas mungkin. Di tengah situasi hidup yang dicekam "rezim spesialis" ini, kehadiran Mangun sebagai seorang "generais" tentu menarik dan unik. Pandangan yang bersifat general ini menyiratkan perspektif Mangun pada hidup dan seluruh problemnya sebagai suatu persoalan yang saling kait mengkait dan relasional. Sebuah persoalan tidak pernah berdiri sendiri, maka pemecahannya pun, tak bisa dengan proposal pemikiran masing-masing. Di sini seorang generalis sejati senantiasa mengandaikan suatu masalah dengan pembicaraan dan jalan keluar yang bersifat dialogis dan kooperatif dari berbagai unsur yang terlibat.


Rp 46.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Mendidik Manusia Merdeka: Romo Y.B. Mangunwijaya 65 Tahun
Penyunting: Th Sumartana, Ahmad Suaedy, Elga Sarapung, Banu Subagyo, Hairus Salim HS
Penerbit: Pustaka Pelajar
Edisi: Cetakan Kedua, Juli 1995
Halaman: 451
Ukuran: 15 x 21 x 2 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Sum/m

PUTRI DUYUNG YANG MENDAMBA, Y.B. Mangunwijaya

Semakin manusia berilmu tahu banyak dan mendalam tentang Semesta Raya dan Semesta Mini, tentang diri-sendiri juga lewat pengamatan eksatanya dan logikanya merupakan anugerah Allah yang luar biasa kemampuannya, maka semakin takjublah dia dalam pengakuan dirinya sebagai mahluk yang semakin merasa kecil dan tidak tahu banyak.

Manusia yang berilmu luas dan mendalam semakin rendah hati dan kehilangan kesombongannya, dibanding dengan manusia tradisional yang merasa tahu segala-galanya. Namun semakin berat tanggjungjawabnya tentang pemahaman mengenai diri-sendiri di tengah semesta raya dan pemahamannya tentang Tuhan.

Catatan-catatan kecil dalam buku ini ingin mengantar Pembaca yang peka tanda-tanda zaman ke dalam dunia manusia ilmiah modern tadi yang sedang bergulat berat dengan Tuhannya. Berat namun mulia karena segala yang mulia harus diperoleh dengan mahal. Dengan risiko diperolok-olok sebagai seorang sekularistis bahkan kafir modern. Tetapi sebenarnya dia lebih berkesempatan bagus mendekat dengan Tuhan berkat kejujurannya, kecintaannya kepada kebenaran apa pun, dan terutama karena sikapnya yang suka merendahkan diri dan merasa diri hanya tahu sangat sedikit di tengah Semesta begitu raya dan begitu dalam penuh misteri.

Rp 90.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Putri Duyung yang Mendamba
Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Edisi: I, 1987
Halaman: 104
Ukuran: 14.5 x 21 x 0.5 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 200/Man/p

DI BAWAH BAYANG-BAYANG ADIKUASA, Y.B. Mangunwijaya

Di awal 1986 ia tampil membela rakyat jelata di lembah Kali Code yang hampir saja tergusur akibat penataan kota. Dalam buku Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, panji-panji kemanusiaan ia kibar-kibarkan lewat kumpulan catatan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia. Itulah Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, budayawan terkemuka, novelis, cerpenis dan kolomnis.

Romo Mangun tidak sekedar menyuguhkan laporan pandangan mata. Dalam refleksinya di Hannover, misalnya, yaitu kota tempat produksi mutakhir diperagakan, ia menyentil kaum teknokrat untuk tidak jadi budak bayaran struktur vested interest. "Teknokrat," katanya, "mesti juga berpolitik praktis," dan kalaupun terpaksa menyerah, ia tidak menjadikan hal itu sebagai kebanggaan.

Pastor yang juga dosen ini dilahirkan di Ambarawa, 6 Mei 1929. Ketika revolusi kemerdekaan, ia bergabung dalam kesatuan Tentara Pelajar. Berpendidikan filsafat teologi dan arsitektur, karya tulisnya meliputi bidang luas. Novelnya Burung-Burung Manyar meraih South East Asian Award 1983 di bangkok, sementara buku Sastra dan Religiositas mendapat hadiah pertama dari Dewan kesenian Jakarta untuk esei terbitan 1982. Di luar sastra tercatat antara lain Teknologi dan Dampak Kebudayaannya, Fisika Bangunan dan Puntung-Puntung Roro Mendut.

Rp 35.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700



INFO BUKU

Judul: Di bawah Bayang-Bayang Adikuasa
Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit: Grafitipers
Edisi: Cetakan Pertama 1987
Halaman: 201
Ukuran: 13 x 19 x 1 cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Man/d

GERUNDELAN ORANG REPUBLIK, Y.B. Mangunwijaya

Gerundelan Orang Republik merupakan esei Romo Mangun yang pernah dimuat di berbagai media massa -- seperti harian Kompas, Indonesia Raya, Suara Karya, Jawa Pos, Majalah Mingguan Tempo dari kurun waktu 1972 sampai tahun 1995, terutama yang menyangkut tema dasar kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam buku ini Romo Mangun mengajak kita mempertanyakan kembali esensi kemerdekaan yang terdalam, mempertanyakan kembali apa perbedaan setelah 'merdeka' bagi rakyat!

Gerundelan Orang Republik oleh Romo Mangun ditujukan terutama bagi generasi muda. karena Romo Mangun ingin mengekspresikan simpati dan kepercayaan kepada mereka.

Tentu ada satu dua kaum tua, yang dapat bernostalgia melalui esei-esei ini, membandingkan dengan pengalaman waktu itu (zaman Belanda, Jepang, Soekarno), kemudian merasakan bagaimana situasi kondisi sampai di zaman Orde Baru.

Menurut Romo Mangun, esei bukan merupakan gugusan dalil-dalil yang mampu mengklaim kebenaran secara mutlak, melainkan merupakan upaya, ikhtiar dalam rangka memahami sesuatu yang dianggap penting, dan -- terutama -- sebagai media untuk dialog, setidak-tidaknya berfungsi semacam pemantik untuk menyalakan reaksi, baik yang berasal dari nalar, afeksi maupun cita rasa yang mudah-mudahan, mampu menggerakkan semacam keterlibatan diri dan bertanggungjawab sesuai kedudukan serta kemampuan kita masing-masing.

Rp 44.000

Beli Sekarang
Sold
Berat (gram)700


INFO BUKU

Judul: Gerundelan Republik
Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit: Pustaka Pelajar
Edisi: Cetakan Pertama 1995
Halaman: 379
Ukuran: 15 x 21 x 2cm
Sampul: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Buku Bekas Koleksi Pribadi
Lokasi: 814/Man/g

Kode: Masukkan kode negara.
Telepon: Masukkan nomor telepon.


Checkout Sekarang